Menu

20 tip untuk menyelenggarakan webinar yang sukses. TheONE Webinar

20 tip untuk menyelenggarakan webinar yang sukses. TheONE Webinar

Berdasarkan penelitian antar penyelenggara webinar yang sukses, bukan hanya konten saja yang penting, tapi juga cara penyampaiannya. Menyelenggarakan webinar itu mudah bila kamu tahu prinsip-prinsip dasarnya. Bukan harus melakukan segala hal, tapi ada poin-poin penting yang harus diperhatikan.


Cari lokasi yang sepi
Agar dapat mendengarkan dengan baik, kemampuan pendengar untuk fokus sangatlah penting. Ada berbagai cara untuk hal ini dalam berkomunikasi dan penggunaan kamera. Tip yang paling penting adalah kamu memberikan latar belakang yang tenang. Ini tentang kamu atau subjek yang ingin kamu sampaikan. Cari lokasi yang sepi
Gunakan mic yang bagus
Suara sangatlah penting dalam memberikan webinar. Penonton pasti ingin bisa mendengarkanmu dengan jelas. Karena itu, gunakanlah mic yang bagus atau pastikan kamu bicara di dekat mic laptop atau smartphone kamu. Bila kamu sedang ada di tempat ramai, kamu bisa menggunakan mic directional. Mic jenis ini hanya menangkap suara sesuai arah fokusnya saja. Gunakan mic yang bagus
Jangan bicara terlalu cepat dan sampaikan dengan baik
Bila kamu bicara terlalu cepat, penonton akan kekurangan waktu dalam memproses informasi yang kamu berikan. Berhentilah berbicara sesekali. Disaat itu penonton akan punya waktu untuk membuat catatan atau mengajukan pertanyaan. Berbicara yang keras juga sangat penting (jangan berteriak) dan ucapkan dengan benar. Jangan bicara terlalu cepat dan sampaikan dengan baik
Bagi konten webinarmu menjadi beberapa sub-topik
Beritahu terlebih dahulu ke penonton sub-topik apa yang akan didiskusikan dan berikan waktu mereka untuk bertanya setelah tiap sub-topik. Kamu juga dapat mengajukan pertanyaan terbuka setelah tiap sub-topik. Contohnya, menanyakan ke penonton hal apa yang telah dipelajari atau telah dimengerti ke penonton setiap sub-topik selesai. Bagi konten webinarmu menjadi beberapa sub-topik
Santai saja dalam menjawab pertanyaan
Jawab pertanyaan dengan jelas bila kamu akan menjawabnya dengan santai. Contohnya, setelah setiap sub-topik selesai. Menjawab pertanyaan di tengah webinar dapan mengganggu konsentrasi kamu dan penonton lain dari alur cerita. Kamu tidak harus menjawab semua pertanyaan dan kamu dapat menjawab akan menjelaskannya di topik berikutnya. Atau jawaban atas pertanyaan tersebut akan terjawab nanti. Kamu juga boleh menjawab bahwa kamu tidak dapat menjawabnya. Pastinya kamu tidak mengetahui tentang segala hal.
Sering melihat ke kamera
Pastikan kamu melihat ke arah penonton sesekali dengan melihat ke arah kamera. Bukannya kamu tidak boleh meilhat ke arah lainnya, tapi bila pembicara tidak pernah melihat ke arah penonton pasti menjengkelkan kan. Pastikan kamu tidak terlalu dekat dengan kamera. Cuma bisa melihat mulut dan mata saja tidaklah menyenangkan. Sering melihat ke kamera
Jangan takut melakukan kesalahan
Bila kamu bicara secara live, mungkin saja kamu bicara sesuatu yang tidak kamu inginkan. Hal ini sangat mungkin terjadi kepada siapa saja. Jujur saja dan katakan kamu bermaksud mengatakan hal lain. Lebih baik kamu mengakui kesalahan daripada berdalih.
1 subjek saja
Jangan ceritakan segala hal yang kamu ketahui tentang suatu subjek di webinar. Jika kamu tahu segala hal tentang pesawat, pilih bagian tertentu saja untuk diceritakan. Contohnya, sejarah pesawat. Jika di webinar yang sama kamu ceritakan tentang perbedaan tipe-tipe pesawat, penonton akan kewalahan dengan informasi yang sangat banyak itu. Ingat, kebanyakan informasi yang kamu ceritakan adalah informasi baru bagi mereka. Beri mereka waktu untuk memproses informasi. Informasi tambahan sebaiknya diceritakan di lain webinar. JIka kamu kesulitan dalam mencari inspirasi tema webinar, kamu bisa baca tentang topik populer webinar di artikel ini.
Tanya penontonmu untuk berbicara di depan kamera
Saat pergantian sub-topik atau setelah webinar selesai kamu dapat memberi akses kamera dan mic ke salah satu penontonmu, Jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu, dan ajukan pertanyaan yang dapat mereka jawab. Sebagai contoh, kamu dapat meminta pendapat mereka bagaimana cara penyampaianmu dalam memberikan webinar. Penontonmu akan lebih senang bila kamu memperbolehkan orang lain untuk berbicara. Tanya penontonmu untuk berbicara di depan kamera
Selalu berpikir positif dan riang
Tak peduli seberapa berat atau serius subjek webinarmu, kamu tetap bisa menampilkan seberapa positif dan riangnya kamu. Contohnya, dengan mengakhiri ceritamu dengan hikmah positif yang telah kamu rasakan. Sikap positif dan riang juga dapat disampaikan melalui suara dan ekspresimu. Selalu berpikir positif dan riang
Berbicara dengan variasi
Jika biasanya cara bicaramu monotone, kamu sebaiknnya berlatih bicara dengan suara yang bervariasi. Penontonmu akan merasa bosan bila harus mendengar suara yang monotone. Pelatih suara dan coach untuk berbicara di depan umum dapat membantumu dengan masalah ini.
Pastikan pencahayaan bagus
Pastikan subjek dapat pencahayaan yang baik. Bila kamu adalah subjeknya, penonton pasti ingin dapat melihatmu dengan baik. Pastikan kamu memiliki setidaknya satu atau dua lampu terang yang dapat menerangkan wajahmu dengan baik dan sebagai tambahan kamu juga bisa menggunakan lampu dengan cahaya yang lebih redup untuk menerangkan bagian kepalamu dari arah belakang. Jika kamu ada di luar ruangan, cahaya matahari terkadang bisa menjengkelkan. Karena terlalu banyak cahaya, penonton akan kesulitan untuk melihatmu. Pastikan pencahayaan bagus
Sokong ceritamu dengan fakta
Cerita yang bagus memang asik didengar, tapi bila kamu menyampaikan opini atau pernyataan, pastikan kamu memiliki fakta yang jelas. Pastikan penonton akan mempercayai pernyataan atau opinimu berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Sokong ceritamu dengan fakta
Mulai dengan kisah seru
Kamu dapat menarik perhatian penontonmu dengan memilai webinarmu dengan kisah seru. Tentu saja harus masih berhubungan dengan subjek yang kamu presentasikan. Dengan cara ini kamu dapat memperkenalkan ceritamu dan menarik perhatian penonton dengan mudah.
Pilih hari yang tepat
Penelitian menunjukkan bahwa hari Kamis dan Jumat adalah hari terbaik untuk memberikan webinar. Tentu saja hal ini juga bergantung pada subjek dan penontonmu. Hari-hari ini lebih populer karena kebanyakan webinar adalah tentang topik seputar bisnis. Pegawai biasanya lebih menyukai webinar yang dilakukan selama jam kerja. Jangan lupa untuk mempromosikan webinarmu.
Gunakan gambar pendukung
Kamu dapat dengan mudah berbagi layar selama webinar berlangsung dan dukung ceritamu dengan gambar. Bila kamu menceritakan dengan penggundulan hutan skala besar di hutan hujan, suatu gambar dapat berarti lebih dari seribu kata. Bila subjekmu adalah tentang suatu kelompok tertentu, akan lebih jelas jika kamu dapat memperlihatkannya ke penontonmu. Gunakan gambar pendukung
Ceritakan ceritamu sendiri
Ceritakan ceritamu sendiri agar emosi dan pengalamanmu dapat tersampaikan dengan baik. Jika kamu menceritakan cerita orang lain, kamu juga dapat menyampaikan emosi dan pengalaman tentang cerita tersebut. Dengan begini, komunikasi akan tetap terasa otentik dan tidak membuat penonton merasa bosan.

"Suatu cerita hanyalah benar jika emosi yang disampaikan tulus."
Beritahu langsung ke penonton
Kontak antara kamu dan penonton adalah hanya melalui suara dan ekspresi wajah. Karena itu kamu tidak boleh, atau seminimal mungkin menggunakan menyampaikan webinar menggunakan video dengan teks di dalamnya. Jika seseorang ingin membaca tulisan, mereka bisa ke Google saja. Jika seseorang ingin menonton film, mereka akan menontonnya saja di YouTube. Mereka hadir untuk mendengar ceritamu, jadi ceritakan sendiri ceritamu. Beritahu langsung ke penonton
Jangan jualan
Tidak ada yang mau mengikuti webinar kalau hanya akan mendengarkan orang jualan saja. Meraka menginginkan informasi baru dan menarik untuk dipelajari. Oleh karena itu, pastikan webinarmu penuh dengan informasi. Jika kamu telah mengajari orang sesuatu, kemungkinan besar mereka akan lebih mendengarkan opinimu tentang suatu produk atau jasa pada akhir webinar.
Singkat saja, tapi jangan terlalu singkat
Rata-rata, webinar berlangsung selama 30 sampai 45 menit. Setelah satu jam penonton akan mulai hilang konsentrasi dan setidaknya dalam 30 menit akan susah menyerap informasi dan menjawab pertanyaan. Jika masih banyak yang ingin kamu ceritakan tetapi lebih dari satu jam, bagi webinarmu menjadi dua atau tiga sesi.

Kami harap beberapa tips ini dapat membantumu memaksimalkan pendapatan webinarmu. Masih belum yakin? Di artikel ini kamu dapat membaca tentang keuntungan membuat webinar.